BERITA TERBARU

Menanti "Isi Tumpeng" dari Jakarta, Catatan Kritis Hari Desa di Blora

Alun-Alun Blora, Senin pagi itu, menjadi saksi sebuah paradoks birokrasi yang menarik untuk dibedah. Di satu sisi, kita…

Di Antara Jati dan Jagung Kendeng, IMPARA UNNES Menyulam Masa Depan SDM Blora

Angin Kendeng Utara selalu datang tanpa tergesa. Semilir menyusuri punggung-punggung bukit kapur, melewati hutan jati y…

Pendar Cahaya di Pendopo: Saat Jati Bersemi dalam Estafet Keadilan

BLORA – Malam itu, Kamis (8/1/2026), udara di atas tanah Blora terasa lebih tenang dari biasanya. Di balik rimbunnya h…

Menjaga Nafas Bumi di Tanah Jati

Renungan Satyalancana Wira Karya untuk Sang Penjaga Kedamaian di Lumbung Jagung Blora JAKARTA – Di kota yang dipenuhi …

Adoh Kepereken, Ironi Bedhol Desa Pejabat Blora ke Sumedang di Tengah "Sekaratnya" Ambulans Desa

Di sudut sebuah desa di pinggiran Randublatung, sebuah mobil siaga desa terparkir membisu di bawah pohon mangga. Ban-ny…

Blora dalam Paradoks, Menjemput "Ilmu" ke Sumedang Saat Tetangga Kaya Terabaikan di Balik Bengawan

Ada sebuah ironi yang mengalir lebih deras daripada arus Bengawan Solo di bulan Januari. Di tengah hantaman badai fiska…